Just another WordPress.com site

SINGKAT MENGENAI KARTUN

SINGKAT MENGENAI KARTUN

Mungkin dari zaman dahulu sampai sekarang ini kartun merupakan media ekspresi yang paling favorit digunakan. Film kartun banyak menghiasi televise, banyak seniman semakin melihat kartun sebagai sarana untuk menampilkan ekspresi ide-ide mereka, salah satunya dengan gambar. Hal ini nggak terlalu sulit untuk menjalankannya, pastinya kita harus berterima kasih kepada semua alat bantu teknologi yang kita miliki, tapi nggak hanya terimaksih saja lho, semua usaha itu, layak untuk dikenal dan diingat. Nah, kawan, bagaimana sih sebenarnya kartun itu bermula? Let’s find out!

Kartun adalah bentuk dua dimensi seni visual yang berilustrasi. Sedangkan definisi khusus telah berubah dari waktu ke waktu, untuk saat ini kartun pada gambar biasanya non-realistis atau semi-realistis atau lukisan ditujukan untuk sindiran, karikatur, atau humor, atau dengan gaya artistik karya tersebut. Seorang seniman yang menciptakan kartun disebut kartunis.


Semakin berkembangnya teknik cetak, proses pembuatan kartun menjadi lebih efektif dan efisien. Terlebih lagi setelah berkembangnya teknik digital. Seiring dengan kemajuan jaman para kartunis mengadakan inovasi terhadap kartun. Yang kemudian memunculkan film kartun. Nah, awal munculnya film kartun sebagai gambar kartun yang bergerak dipelopori oleh gambar kartun dengan bentuk kuda, yang merupakan hasil olaham dari foto yang dibuat oleh Edweard Muybridge pada abad ke-19, kawan. Gambar yang sederhana berada di antara komik strip dan awal film animasi. Kartun merujuk pada animasi dimana istilah ini menjadi sesuatu yang umum pada perkembangan selanjutnya. Film kartun dapat di saksikan pada layar televise atau bioskop dan dimuat dengan menampilkan gambar ilustrasi yang dibuat seakan-akan bisa bergerak. Kata kartun biasanya disingkat toon. Film kartun kebanyakan menjadi program konsumsi anak-anak yang memuat cerita fable, manuasia super, petualangan dan jenis tema film kartun lainnya.

Klasifikasi Kartun

Jenis kartun berdasarkan fungsinya dibagi menjadi tiga yaitu: Kartun Humor, Kartun Editorial atau Politik dan Kartun Sosial.

1.      Kartun Humor

Kartun humor adalah kartun yang sekedar menghibur, mengangkat humor-humor yang mudah dipahami secara umum oleh masyarakat bahkan nggak jarang digunakan sebagai sindiran terhadap fenomena sehari-hari yang terjadi di masyarakat. Kartunis humor modern bisa ditemukan dalam majalah dan Koran. Tokoh kartunis humor dari New York yakni Peter Arno, sebagai bapak kartun humor modern.

2.      Kartun Editorial atau Politik

Kawan, khusus untuk kartun editorial atau politik sering kita jumpai dalam berbagai media cetak seperti koran, tabloid, dan majalah. Biasanya kartun ini mengangkat topik terkait dengan kondisi perpolitikan atau kebijakan pemerintah. Beberapa kartunis yang termasuk dalam kartunis editorial adalah Herblock, Mike Peters, David Low dan Gerald Scarfe.

3.      Kartun Sosial

Kartun sosial lebih banyak mengangkat fenomena sosial yang terjadi di dalam masyarakat, bentuknya nggak selalu sindiran atau kritik, tapi dapat berupa deskripsi terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Komik strip yang sering disebut sebagai “kartun strip” di Inggris, ditemukan dalam beberapa surat kabar dan terdiri dari seri pendek ilustrasi kartun dalam rangakaian. Kartunis yang menggeluti kartun strip di Inggris nggak disebut sebagai kartunis, tapi komikus bahkan pelawak. Humor bahkan satu-satunya bidang yang selalu ada dalam kartun strip sebab beberapa kartunis menggunakan tema-tema yang bersifat petualangan dan drama. Beberapa kartunis yang menekuni kartun strip antara lain Charles Schulz, Bill Watterson, Scott Adams, Mort Walker, dan Steve Bell.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: