Just another WordPress.com site

KARIKATUR SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL

KARIKATUR SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL

Karikatur merupakan salah satu bentuk karya komunikasi visual yang efektif dan mengena dalam penyampaian pesan maupun kritik sosial. Dalam sebuah karikatur yang baik terlihat adanya perpaduan antara unsur-unsur kecerdasan, ketajaman dan ketepatan berpikir secara kritis serta ekspresif dalam bentuk gambar kartun dalam menanggapi fenomena permasalahan yang muncul dalam kehidupan masyarakat luas

Menurut Wilbur Schramm di dalam bukunya “The Process and Effects of Mass Communication”, menjelaskan 4 syarat untuk komunikasi yang berhasil, yaitu :

1. Pesan harus dibuat sedemikian rupa, sehingga ia dapat menimbulkan perhatian.

2. Pesan harus dirumuskan sebegitu rupa, sehingga ia mencakup pengertian yang sama dan lambang-lambang yang dimengerti.

3. Pesan harus dapat menimbulkan kebutuhan pribadi dan menyarankan bagaimana kebutuhan itu dapat dipenuhi.

4. Pesan tadi yang bagaimana kebutuhan dapat dipenuhi harus sesuai dengan situasi penerima komunikasi ketika itu.

Pendapat di atas mengandung pengertian betapa pentingnya sebuah komunikasi dalam kehidupan manusia . Pekerjaan komunikasi di dalam pengertian hubungan masyarakat melibatkan usaha mengirimkan atau meyampaikan pesan yang berupa lambang, bahasa lisan, tertulis, atau gambar dari sumber kepada khalayak dengan mempergunakan satu atau beberapa media sebagai saluran dari pesan atau lambang tadi, (misalnya surat kabar, majalah, buku, brosur, surat ataupun lisan), tujuannya untuk mempengaruhi pendapat atau sikap dan tindakan orang-orang yang menerima pesan itu tadi.

Orang atau masyarakat lebih menyukai informasi bergambar jika dibandingkan dengan yang berbentuk tulisan, karena melihat gambar jauh lebih mudah dan sederhana. Dengan kata lain media gambar merupakan metode yang paling cepat untuk menanamkan pemahaman, walau gambar tidak disertai dengan tulisan sekalipun. Gambar berdiri sendiri dan selalu memiliki subyek yang mudah dipahami, sebagai simbol yang jelas dan mudah dikenal.

Salah satu ciri gambar karikatur adalah jenaka. Namun lebih dari itu adalah karena penggambaran karikaturalnya, artinya satu dua aspek kehidupan manusia dipilih dan dipertajam dengan serba dilebih-lebihkan berat sebelah agar jelas kontras mencolok, sehingga memunculkan sesuatu yang dalam penampakan normal tidak kentara. Aspek realita atau kehidupan manusia yang dicolokkan karikatur lucu itu terutama demi pengucapan kritik. Kritik yang tidak berbahasa kejam menghantam, tetapi ada bantalan empuknya demi peredaman benturan keras yang dapat berakibat fatal. Namun kritik empuk berkat humor seperti yang kita lihat dalam gambar-gambar kartun sering justru mirip angin, lembut empuk tetapi dapat membuat orang “masuk angin”. Paling tidak, dan ini yang kita harapkan dari gambar humoristik : mampu memutar baling-baling kincir angin yang bertugas memompa air dari kedalaman tanah kepermukaan. Hal ini juga diperkuat dengan pendapat Alm. Romo Mangun, bahwa karikatur yang baik seperti kincir angin, mampu memompa air penghidupan serta energi yang diperlukan oleh kehidupan dan penghidupan bersama masyarakat yang normal sehat, walaupun daya pemutarnya hanyalah yang empuk lembut. Itu adalah berkat gaya humornya. Oleh karena itu karikatur, kartun, dan lelucon politik dalam negara yang masyarakatnya masih kerdil dan sempit wawasannya sering tidak ditoleransi, bahkan terkadang dianggap tabu, dilarang oleh penguasa, teristimewa dalam negara-negara yang sedikit banyak bersifat totaliter diktatorial. Tidak asal mengkarikatur belaka dengan maksud mencekik lawan. Lucu atau jenaka selalu datang dari mental yang dewasa dan berkadar sikap mulia, fairplay,
a consolating smile, itulah buah kejenakaan karikatur dan kartun yang baik

Ciri dari sebuah karya kartun atau karikatur secara visual harus mampu menyuguhkan lelucon atau humor dengan media gambar. Karya karikatur harus memenuhi syarat untuk memancing tawa. Selanjutnya kelucuan atau serba tafsiran dapat ditambah sendiri. Sebuah karya kartun memang mengandung banyak sisi kenyataan dan itulah barangkali yang justru mengasyikkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: